
Halmahera Utara akan menjadi lokasi pelaksanaan Survei Akses Keuangan Daerah (SASKAD) pertama di wilayah kepulauan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperluas implementasi SASKAD ke wilayah dengan karakteristik geografis yang unik.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, di bulan Juli 2026, tim RISE Indonesia bersama Bappenas melakukan kunjungan ke Halmahera Utara untuk melaksanakan sosialisasi Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) sekaligus membahas rencana pelaksanaan SASKAD yang akan dimulai pada bulan Agustus.
Pertemuan diadakan pada hari Senin, 20 Juli 2026, dipimpin oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, bersama Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosy Wediawaty. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat; perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara; Kepala BPS Kabupaten Halmahera Utara, Arifin M. Kahar; Kepala Bappeda Kabupaten Halmahera Utara, Hernefer F. Tjandua; serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Halmahera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Bappenas memaparkan IKAD sebagai instrumen yang mendukung penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data melalui pengukuran akses keuangan di tingkat daerah. Sosialisasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai persiapan pelaksanaan SASKAD di Halmahera Utara.
Dengan kondisi geografis yang terdiri atas wilayah kepulauan dan masyarakat yang tersebar di berbagai pulau, Halmahera Utara menghadirkan konteks yang penting dalam pelaksanaan SASKAD. Pengalaman di wilayah ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran berharga dalam memperluas implementasi survei ke daerah-daerah dengan karakteristik serupa di masa mendatang.
Selain mengikuti rangkaian pertemuan, tim RISE Indonesia juga berkesempatan mengunjungi masyarakat setempat untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai konteks keseharian mereka. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan SASKAD mampu menangkap kondisi masyarakat secara lebih komprehensif.
Antusiasme dan komitmen yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah serta seluruh mitra menjadi fondasi yang kuat bagi kolaborasi ke depan.