
Dalam dunia riset, kualitas data sering kali ditentukan oleh metodologi yang ketat, instrumen yang teruji, dan proses quality control yang berlapis. Namun bagi RISE Indonesia, ada satu faktor lain yang kami yakini sama pentingnya: kedekatan dengan komunitas tempat data tersebut dikumpulkan.
Selama bertahun-tahun, praktik umum dalam survei kuantitatif adalah mengirim enumerator dari kota atau wilayah lain untuk melakukan pengumpulan data di lapangan. RISE memilih pendekatan yang berbeda. Setelah desa atau wilayah penelitian dipilih secara acak sesuai metodologi sampling, kami merekrut dan melatih enumerator langsung dari komunitas setempat.
Model ini pertama kali dikembangkan dalam pelaksanaan Survei SASKAD dan dirancang agar dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Pendekatan ini awalnya memunculkan berbagai pertanyaan, termasuk terkait biaya dan konsistensi kualitas. Namun seiring waktu, pengalaman menunjukkan bahwa melibatkan masyarakat lokal justru menghasilkan data yang lebih baik.
Para enumerator lokal memiliki pemahaman yang mendalam terhadap bahasa, budaya, dan dinamika sosial di wilayah mereka. Mereka tidak hanya mengenal konteks tempat penelitian dilakukan, tetapi juga memiliki rasa kepemilikan terhadap proses tersebut. Banyak dari mereka merupakan kader masyarakat, anggota PKK, atau individu yang aktif dalam berbagai kegiatan komunitas dan memiliki kemampuan literasi yang baik. Kandidat enumerator biasanya direkomendasikan oleh perangkat desa atau tokoh masyarakat yang memahami kapasitas mereka.
Lebih dari sekadar pekerjaan sementara, keterlibatan sebagai enumerator sering kali menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Proses pelatihan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, mulai dari perangkat desa hingga pemerintah daerah, semakin memperkuat rasa tanggung jawab tersebut. Hasilnya, enumerator semakin termotivasi untuk memberikan performa terbaik dalam setiap wawancara yang mereka lakukan.

Inovasi serupa juga diterapkan dalam penelitian kualitatif. Jika dalam penelitian kuantitatif tantangan terbesar adalah memastikan sampel yang representatif, maka dalam penelitian kualitatif tantangan utamanya adalah menemukan responden yang benar-benar sesuai dengan kriteria penelitian.
Pada masa pandemi COVID-19, RISE mulai mengembangkan pendekatan yang melibatkan field assistant dari komunitas lokal. Mereka membantu proses identifikasi dan pencarian calon responden sebelum dan selama penelitian berlangsung.
Peran ini sangat penting karena proses seleksi responden dalam riset kualitatif sering kali bersifat kompleks dan membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap kondisi setempat. Dukungan field assistant membuat proses penyaringan responden menjadi lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan lebih efisien. Ketika peneliti tiba di lokasi, proses wawancara dapat segera dimulai, sementara pencarian responden berikutnya dapat berjalan secara paralel.
Baik dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif, pendekatan yang digunakan RISE berangkat dari keyakinan yang sama: kualitas data tidak hanya dibangun melalui metodologi yang kuat, tetapi juga melalui kemitraan yang erat dengan masyarakat yang menjadi bagian dari penelitian itu sendiri. Dengan menggabungkan keterlibatan komunitas lokal dan sistem quality control yang ketat, RISE berupaya menghasilkan data yang tidak hanya akurat, tetapi juga relevan dan berakar pada realitas di lapangan.