RISE Updates

Menabung di Tengah Kemiskinan: Catatan dari Desa Paninggaran

Menabung merupakan kegiatan fundamental dalam mencapai berbagai tujuan finansial, baik untuk menghadapi kebutuhan darurat maupun untuk perencanaan jangka panjang. Namun, menabung kerap dianggap sebagai praktik yang hanya relevan bagi mereka yang memiliki dana berlebih. Persepsi ini seolah menempatkan kelompok berpenghasilan rendah di luar ekosistem perencanaan keuangan.

Perjalanan kami ke Desa Paninggaran, Kab. Kuningan, Jawa Barat, di bulan November tahun 2025 silam menunjukkan sebaliknya. Temuan di lapangan memperlihatkan bahwa bahkan masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan pun dapat memetik manfaat dari kebiasaan menabung.

Desa Paninggaran memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.049 jiwa yang tersebar dalam 568 keluarga. Dari jumlah tersebut, 181 keluarga atau sekitar 31% merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), program bantuan sosial Kementerian Sosial RI. Sebanyak 103 KPM berada pada desil 1, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kondisi ini menjadikan Desa Paninggaran sebagai salah satu desa dengan kategori miskin ekstrem di Kabupaten Kuningan.

Dari total 181 KPM, RISE berhasil melakukan survei terhadap 161 KPM yang terdiri atas 140 perempuan dan 21 laki-laki. Mayoritas responden merupakan lulusan sekolah dasar (64%), dengan rentang usia yang cukup luas, mulai dari 22 tahun hingga di atas 60 tahun.

Survei juga menunjukkan bahwa hampir separuh responden tidak memiliki telepon genggam. Meski demikian, sebagian besar KPM (64%) menyatakan memiliki keinginan dan merasa mampu untuk menabung. Bahkan, mereka menunjukkan minat untuk memiliki rekening tambahan di luar rekening PKH serta menyisihkan sebagian dana bantuan untuk ditabung. 

Praktik menabung yang dilakukan beragam, mulai dari menitipkan tabungan melalui sekolah anak hingga kepada tetangga. Tujuannya pun jelas: untuk persiapan pendidikan anak, perayaan keagamaan seperti Maulid Nabi, serta menghadapi kebutuhan darurat. Meski nominal tabungan relatif kecil — sekitar Rp2.000–Rp5.000 per hari — temuan ini menunjukkan adanya kemauan dan kapasitas dasar untuk mengelola keuangan secara lebih terencana.

Selain menabung, sebagian KPM juga memiliki pengalaman meminjam dana, baik melalui lembaga formal maupun informal. Sumber pinjaman meliputi bank, keluarga atau kerabat, tetangga, BUMDesma, serta koperasi. Dana pinjaman tersebut umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengembangkan usaha, membiayai pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, hingga renovasi rumah. Sebagian besar responden juga memiliki usaha sendiri yang masih aktif dijalankan, dengan modal yang berasal dari pinjaman informal dan tabungan pribadi.

Dalam aspek perlindungan keuangan, asuransi pendidikan menjadi preferensi utama bagi para KPM. Meskipun BPJS PBI masih menjadi preferensi mayoritas, satu dari lima responden menyatakan kesiapannya untuk membayar iuran BPJS Mandiri. Hal ini mengindikasikan adanya kesadaran awal akan pentingnya perlindungan kesehatan yang berkelanjutan.

Adapun pencairan bantuan PKH umumnya dilakukan melalui agen bank. Sekitar sepertiga KPM telah menggunakan layanan keuangan digital, seperti mobile banking dan dompet elektronik. Untuk menerima kiriman uang, transfer ke rekening bank menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan, disusul oleh e-wallet, sementara sekitar sepertiga responden masih mengandalkan transaksi tunai.

Secara keseluruhan, temuan di Desa Paninggaran menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak serta-merta meniadakan kemampuan dan keinginan untuk mengakses layanan keuangan. Dengan dukungan akses, literasi, dan layanan yang tepat, praktik menabung justru dapat menjadi pintu masuk penting bagi penguatan ketahanan finansial masyarakat paling rentan.

Research and Consulting

Research and consulting to design financial services that are relevant and accessible to underserved communities.

Training

Training program to build the capacity of government, NGOs, and local stakeholders in inclusive financial services.

Interested in Collaborating?

Contact us for further discussion regarding our programs and services.

Explore More